Latest Event Updates

Ramadhan

Posted on Updated on

maaf

Jauh-jauh hari aku sudah merindumu
Aku selalu merindumu,
Berharap akan berjumpa lagi denganmu tahun ini
Berharap akan terjalin hubungan yang lebih baik dari kemarin
Berharap setiap menitku berupa kebaikan bersamamu

Kau semakin mendekat,
Semakin dekat,
Semakin dekat,
Semakin dekat,
Semakin dekat,

Seperti tak lagi bersekat,
Semakin hebat rasa rinduku padamu
Semakin aku segera ingin bertemu denganmu
Berharap kita masih berjodoh Read the rest of this entry »

Tamu Baru

Posted on Updated on

ujian SBMPTN

Hari ini aku kedatangan tamu. Yolanda namanya. Dia sepupu dari sahabat karibku Faisal. Kami bersahabat baik, perjalanan persahabatan kami terjalin tanpa sebuah kesengajaan. Berawal dari sebuah mak comblang, namun bukannya saling terikat cinta, kami justru lebih nyaman untuk menjadi sahabat sampai saat ini.

Yolanda baru saja lulus SMA. Dia datang ke Jember untuk mengikuti tes SBMPTN besok lusa. Di Jember hanya Faisal yang dikenalnya, karena dia perempuan jadi Faisal menitipkannya padaku. Tanpa merasa terbebani aku mengiyakan kamarku menjadi tempat bermalamnya sampai ujian selesai.

Kedatangan Yolanda mengingatkanku tentang sebuah perjalanan yang pernah ku lalui tiga tahun lalu. Bedanya mungkin saat itu aku berangkat tes seorang diri, dan dia ditemani oleh ayahnya. Mungkin karena faktor jarak yang cukup jauh, jadi dia harus ditemani Sang Ayah.      

Keinginannya untuk bisa diterima pada tes SBMPTN ini sangat besar. Semangat ini juga yang saat itu membakarku untuk tidak mau kalah dengan peserta yang lain.

Duduk diantara ribuan peserta ujian SBMPTN. Menatap lembar biodata yang menakutkan. Membaca petunjuk ujian mengerjakan soal. Semua itu sangat menyeramkan bagiku.

Dan malam ini ku lihat wajah gugupku tiga tahun lalu pada Yolanda. Sesaat setelah dia tiba di kosanku dia langsung membersihkan diri dan kembali belajar. Aku tau apa yang sedang dia rasakan. Takut gagal, gugup dan merasa terbebani.

Seperti ini perjuangan yang harus ku rasakan dulu. Tak patut jika aku bermalas-malasan. Ada satu kursi yang sudah ku perebutkan saat itu. Ada keringat, ada perjuangan dan ada pengorbanan yang tidak mudah.

Yolanda, kamu bagai malaikat yang dikirim Tuhan malam ini untuk menegurku yang banyak mengeluhkan perkuliahanku. Padahal dulu semangatku juga sama sepertimu. Sangat menggebu-gebu. Hanya tinggal bersyukur saja kenapa aku harus banyak mengeluh.

 

Happy Wedding Ex-BF

Posted on Updated on

happy wedding

Hanya akun ini yang tidak kamu ketahui, jadi aku bisa lebih bebas bercerita pada dunia yang sejatinya bukan aku di dalamnya.

Hey kamu, yang dulu pernah saling bermimpi akan bersama
Hey kamu yang dulu pernah ada kata “kita” bersamaku

Happy Wedding… 🙂

Maaf tidak sempat hadir, bukannya tak rela kau dengannya. Hanya saja aku tak sanggup melihatmu duduk di sana dengan yang lain. Aku wanita, pastinya kau paham dengan sikapku. Karena kita pernah dekat cukup lama. Ku bahagia kau temukan wanita yang tepat menjadi pelabuhan cinta terakhirmu. Semoga Tuhan memberkati niat kalian berdua yang ingin hidup bersama dan menyempurnakan agama. Semoga kalian menjadi keluarga sakinah, mawadah, wa rahmah. Semoga akan segera ada generasi lucu dan menggemaskan yang akan Tuhan hadirkan di keluarga kecil kalian. 

Terima kasih, masih menjaga tali silaturahmi dengan baik sampai saat ini. Tidak ada perseteruan yang tercipta. Saling mengingatkan dan menjadi teman yang sangat baik. Mungkin ini yang terbaik, sakit awalnya, tapi aku percaya Tuhan lebih tau mana yang terbaik untuk kita.

Kamu dengan dunia barumu dan aku dengan dunia baruku. Aku menikmati setiap proses dari perjalananku. Dan menurutku inilah proses pendewasaan.

kamu yang mengajariku bagaimana harus mencintai seseorang, dan sekarang kamu juga yang mengajarkanku bagaimana cara untuk mengikhlaskan dan melepaskan sesuatu yang bukan milikku

Puasa Hp Empat Jam

Posted on Updated on

Mau cerita dikit,

Hari ini, eh bukan hari ini sih. Momennya hanya sore ini aja sebenarnya. Adik kosku namanya Tata berulah lagi sore ini. Anaknya cantik tapi sayang agak lemot dikit, intensitas pikunnya satu level di atas Umi hehehe *maaf ya Ta,,,

Untuk kesekian kalianya dia bertingkah konyol yang pasti bikin aku kesel dan geram. Mau marah tapi ya gimana, … sebenarnya lucu juga jadi gak tega mau marah-marah :-).

Hari ini Tata ada pertandingan basket antar Program Studi, karena dipaksa mau gak mau dia ikutan Dekan Cup. Pertandingan basketnya masih jam 16:00, tapi ribetnya dia udah mulai jam 14:55. Beda banget sama aku wkwkkwk. Aku lebih suka on time atau nggak seringnya sih out time. 

Awalnya aku nggak ngerti kenapa dia sliwar -sliwer di depan dapur pas aku lagi masak *kali ini suer masak beneran, bukan masak mi atau ngrebus air lagi. Aku yang risih liat dia sliwar-sliwer langsung aja negur dia, dan akhirnya terjadilah dialog singkat di antara kami.

“Ta, risih tau liatnya, kaya setrika maju mundur” ucapku sambil numis bumbu
“Hehehe, sori Mbak Um. Tata boleh pinjem pulsa? eh maksudnya mau pinjem Hp buat nelpon Anita” sambil pasang wajah melasnya.
“Ambil wis Ta, tuh masih nempel sama charger-nya. Kalau mau nelpon pake SIM 1 aja ya” sambil nunjuk ke arah Hp yang lagi di cas
“Siap bu guru. Em Tata numpang WA sama BBM Anita aja jadi gak usah telpon. Atau Tata telpon lewat WA aja biar nanti gak ganti pulsane sampean” sambil megang Hp dan cengar-cengir
Sak karepmu Ta, pokok kamu seneng”

Kali ini eksperimen pertama buat masak orak-arik, ada bunga kol, wortel, telur, bakso dan sosis *sisa masakan anak kos 🙂. Kalau kasinan ya simpel aja, berarti lagi pengen nikah. Kalau kemanisan ya gak papa, orang yang masak juga manis dan kalau misal ini kepedesan ya anggap aja buat gantiin masakan abal-abal kemarin yang kurang pedes. Udah gitu aja jangan dibuat rumit.

Sesekali ku lirik Tata yang kelihatan bingung nunggu jawaban chat dari Anita.

“Ta, biasa aja tuh muka. Nunggu balesan chat kaya orang lagi nunggu kupon undian aja” celetukku sambil duduk di dekat kulkas.
“Kunci kamar di bawa Anita mbak, Tata gak bisa masuk kamar. Mau ngambil HP sama KTM buat persyaratan dekan cup” sambil mimik sedikit kesal.
“Oo gitu, pinjem kunci Mbak Nita lah Ta, pasti ada duplikatnya kok” ucapku sambil mainin rambut.
“Masalahnya duplikatnya udah Tata minta mbak” ucap Tata.
“Nah terus kok masih bingung. Why?” semakin kepo saja aku bertanya layaknya seorang wartawan gosip.
“Kuncinya di kamar mbak, ada di dalam lemari” muka Tata semakin memelas.
“Ya salah siapa Ta kalau gitu. Pinjem KTM ku piye? Tak pinjemin baju sekalian buat tanding basket Ta hehe…” ucapku sedikit menggodanya. Read the rest of this entry »

Rindu, Boleh?

Posted on Updated on

dua-anak-jalan-bergandengan-tangan1

Kalau aku rindu, bolehkah ku tulis sajak-sajaknya disini?
Bukan ingin mencari sensasi agar kalian tau aku sedang merindu
Hanya saja dengan apa lagi bisa ku luapkan rasa ini
Kalau bukan dengan tulisan
Aku hanya bisa menuliskan rinduku disini
Kalian bisa saja jenuh dengan kisah rinduku
Tapi aku tidak,

Kalau boleh aku bercerita tentang rinduku
Mungkin akan ku tulis setebal novel Herry Potter
Atau bahkan lebih tebal dari itu
Kalian tau?
Jenuh kadang disiksa oleh rindu
Jenuh harus memikirkan cara melepas rindu agar tidak monoton
Dan…
Jenuh jika harus bermelo-melo dengan rindu
Read the rest of this entry »

Rindu part 1

Posted on Updated on

“… bukan dunia yang kejam padamu, tapi kamu yang kurang mengerasi dirimu sendiri agar bisa melunakkan dunia”

Kalimat ini selalu terngiang-ngiang . Entah sampai kapan, yang jelas tidak sesingkat itu melupakan kata demi  kata yang telah diucapkannya. Terakhir ada seuntai senyum yang dilontarkannya saat mengantarku ke terminal.  Bukan sedang berperan dalam drama di FTV, tapi cerita ini mungkin penuh drama. Dia bukan tipikal orang yang banyak bicara, tapi sekali bicara semua yang diucapkannya seperti sebuah isyarat yang kadang tak ku mengerti maknanya. Dan aku seperti sedang beramain teka-teki ketika harus menebaknya.

“…tumben telpon, kenapa? Mau minta kiriman lagi?”, ucapnya

enggak” nadaku yang sedikit jengkel.

“trus?” ucapnya sedikit dingin dan cuek.

apa iya tiap telpon harus bilang minta kiriman, sekali-kali bolehlah bilang kangen ke bapak” nadaku yang mulai menggoda bapak.

“ya boleh-boleh, yang jujur kenapa telpon pagi-pagi?” tanya bapak padaku

“beneran kangen pak, kangen suasana rumah. Kangen diomeli, kangen disuruh-suruh, kangen crewetnya ibu, kangen berantem sama adek. Kangen muka keselnya bapak, kangen semuanya” kataku sambil menahan isak tangis.

Sejenak hening,

Tak ada ucapan apapun dari mulutnya. Aku tahu sejak dulu beliau gengsi mengakui kalau sebenarnya beliau juga selalu merindu pada anak-anaknya saat bepergian jauh. Rasa khawatirnya kadang lebih tinggi dari seorang wanita. Seperti ada bagian dari senyumnya yang hilang saat suasana rumah mendadak berubah. Beliau sayang keluarganya, aku tahu itu. Tapi entah kenapa beliau selalu gengsi jika harus menunjukkan itu dihapadan keluarganya terutama pada anak-anaknya.

Hal ini yang tidak ku mengerti sampai saat ini. Mungkinkah naluri lelaki yang tidak ingin dicap melankolis selalu melekat pada beliau. Cukup dengan tindakan tanpa harus banyak berucap. Mungkin prinsip gila ini yang selalu dipegangnya. Masih ku ingat bagaimana waktu itu beliau mencoba melepasku mengikuti Jambore. Aku tahu beliau tak tega melihat merpati kecilnya yang saat itu masih 11 tahun harus pergi jauh sendirian untuk kali pertama. Read the rest of this entry »

RINDU KLASIK

Posted on Updated on

i-miss-you

Apa salah kalau aku menaruh rindu ?
Apa salah kalau rasa itu selalu bergejolak dalam hati?
Apa salah kalau pandanganku tak  bisa lepas darimu?
Dan…
Apa salah jika parasmu selalu ku pandangi?

Aku rindu benar denganmu…
Ku ingin kau nasehatiku lagi dengan caramu yang dingin
Ku ingin kau beri aku senyum penyemangat itu
Ku ingin kau menyapaku lagi dengan caramu yang masih malu-malu

Hai kamu…
Penakhluk ribuan hati,
Masihkah kamu akan kembali dengan rasa yang sama lagi?
Aku rindu caramu tertawa Read the rest of this entry »