SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Posted on Updated on

Pertemuan tanggal 24 Oktober 2016

tugas-3

Pengambilan Keputusan

Mengapa manajemen  membutuhkan   sistem pendukung SIM ? Ada beberapa alasan mengapa manajemen membutuhkan system pendukung yang mampu untuk meningkatkan pengambilan keputusannya, yaitu:

  • Keputusan untuk membangun sistem informasi yang dapat memenuhi kebutuhan manajemen tingkat atas.
  • Kebutuhan untuk  menciptakan  pelaporan  dan  proses  pengambilan keputusan yang memiliki arti (makna).
  • Untuk melengkapi sistem informasi manajemen yang tersedia karena sistem ini tentunya akan lebih mempercepat perhitungan.
  • Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan sistem informasi manajemen yang ada.
  • Untuk meningkatkan kemampuan dalam pemrosesan dan penyimpanan data dan informasi, mengurangi biaya, mendukung aspek teknis dalam pengambilan keputusan.
  • Untuk mendukung kualitas, dan memberikan keunggulan kompetitif bagi penggunanya.

    Sistem Pendukung Sistem Informasi Manajemen

    Beberapa sistem pendukung yang akan dibahas adalah di antaranya adalah:

    1. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan/Decision-Support Systems(DSS)
    2. Sistem Kelompok Pendukung Pengambilan Keputusan/Group Decision- Support Systems (GDSS)
    3. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Eksekutif/Executive – Support Systems (ESS)
    4. Sistem Pakar/Expert System
    5. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan/Decision-Support Systems(DSS)
    6. Sistem Kelompok Pendukung Pengambilan Keputusan/Group Decision- Support Systems (GDSS)
    7. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Eksekutif/Executive – Support Systems (ESS)
    8. Sistem Pakar/Expert System

A. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Decision Support Systems (DSS)

Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Decision Support Systems (DSS) adalah sistem berbasis komputer yang interaktif, membantu pengambil keputusan dalam menggunakan data dan model, dan untuk menyelesaikan masalah yang tidak terstruktur. DSS menggabungkan sumber daya intelektual seorang individu dengan kemampuan komputer dalam rangka meningkatkan  kualitas  pengambilan  keputusan. Taksonomi dari enam jenis DSS yang didasarkan pada tingkat dukungan pemecahan masalah.

w1

Jenis DSS yang memberikan dukungan paling sedikitadalah jenis yang memun

gkinkan manajer mengambil hanya sebagian kecil informasi seperti yang terlihat pada kolom 1. Dalam hal ini manajer dapat bertanya kepada databaseuntuk mendapatkan angka atau jumlah tingkat penyerapan anggaran pada satu satker dibawah lingkup kerjanya. Jenis DSS yang memberikan dukungan yang sedkit lebih tinggi memungkinkan baginya menganalisis seluruh isi file mengenai tingkat penerapan anggaran pada unit-unit lain yang terkait. DSS dibagi menjadi dua, yaitu: Model-Driven DSS dan Data-Driven DSS.

Merupakan suatu sistem yang berdiri sendiri terpisah  dari  sistem  informasi  organisasi  secara  keseluruhan. DSS  ini sering dikembangkan langsung oleh  masing-masing pengguna dan tidak langsung dikendalikan dari divisi sistem informasi. Dikembangkan berdasarkan model atau teori yang ada  kemudian  dikombinasikan  dengan  tampilan  pengguna  yang membuat model ini mudah untuk digunakan.

*Model-Driven DSS

Merupakan suatu sistem yang berdiri sendiri terpisah  dari  sistem  informasi  organisasi  secara  keseluruhan. DSS  ini sering dikembangkan langsung oleh  masing-masing pengguna dan tidak langsung dikendalikan dari divisi sistem informasi. Dikembangkan berdasarkan model atau teori yang ada  kemudian  dikombinasikan  dengan  tampilan  pengguna  yang membuat model ini mudah untuk digunakan.

*Data-Driven DSS

Menganalisis sejumlah besar data yang ada  atau tergabung di dalam sistem informasi organisasi. Membantu untuk proses pengambilan keputusan dengan memungkinkan mendapatkan informasi yang bermanfaat dari data yang tersimpan di dalam database yang besar. Memungkinkan para pelanggannya memperoleh data dari  website-nya atau data dari sistem informasi organisasi yang ada.

Contoh tujuan penerapan DSS antaralain:

  • Industry asuransi: Menentukan pola penutupan asuransi dan deteksi kemungkinan kecurangan (fraud).
  • Industry perbankan: Memperbarui profil atau data nasabah.
  • Perusahaan manufaktur: Menentukan kebutuhan persediaan bahan baku yang paling optimal dan efisien.
  • Usaha retail: Meningkatkan target pelanggan melalui direct mail marketing.

Karakteristik dan kapabilitas DSS:

  1. Memberikan dukungan bagi pengambil keputusan, semi-terstruktur atau tidak-terstruktur.
  2. Memberikan dukungan untuk berbagai tingkatan manajemen.
  3. Memberikan dukungan untuk beragam tipe dan proses pengambilan keputusan yang harus dilakukan.
  4. Beradaptasi terhadap waktu dan fleksibel; pengguna dapat menambah, menghapus, mengkombinasikan, mengubah, atau menata kembali elemen-elemen dasar.
  5. Tampilan akrab dengan  pengguna,  memiliki  kapabilitas  yang besar, dan  dirancang dapat interaktif sehingga mudah untuk digunakan.
  6. Meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan dengan fokus pada keakuratan, ketepatan waktu, dan kualitas hasil, serta mengefisiensikan biaya.
  7. Pengambil keputusan  memiliki  kendali  yang  lengkap  atas  seluruh langkah proses pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah.
  8. Pengguna-akhir mampu mengkonstruksi dan memodifikasi sistem yang sederhana oleh mereka sendiri.

Biasanya menggunakan model-model dalam analisis situasi pengambilan keputusan yang mudah untuk dioperasikan oleh pengguna.

B. Sistem Kelompok Pendukung Pengambilan Keputusan/Group Decision- Support Systems (GDSS)

Sistem Kelompok Pendukung Pengambilan Keputusan/Group Decision- Support Systems (GDSS) adalah sistem berbasis komputer yang interaktif, memudahkan pencapaian solusi oleh sekelompok pengambil keputusan, untuk menyelesaikan masalah yang tidak terstruktur, dan menjawab tantangan terhadap kualitas dan efektivitas pengambilan keputusan.  Manfaat penggunaan GDSS antaralain:

  • Meningkatkan perencanaan awal, yaitu untuk membuat diskusi atau pertemuan menjadi lebih efektif dan efisien.
  • Meningkatkan partisipasi, sehingga setiap peserta dari berbagai latar belakang dapat memberikan kontribusinya dengan optimal.
  • Menciptakan iklim yang lebih terbuka dan kolaboratif.
  • Setiap ide yang ditawarkan bebas dari kritik, memungkinkan peserta rapat, pertemuan/meeting mengkontribusikan ide atau pendapatnya.
  • Evaluasi yang objektif.
  • Menghasilkan ide organisasi, yaitu bagaimana tetap memfokuskan pada tujuan rapat, pertemuan/meeting, mencari cara yang paling efisien mengorganisir ide.
  • Menetapkan prioritas dan mengambil keputusan.
  • Dokumentasi hasil  rapat,  pertemuan/meeting,  sehingga  seluruh peserta dapat memperoleh dokumen yang lengkap dan terorganisir dan Menghasilkan notulen hasil diskusi.
  • Mampu melakukan akses informasi eksternal

    Adapun perangkat Lunak GDSS antaralain:

    •  Kuesioner Elektronik
    • Sarana Diskusi Elektronik
    • Pengelola Ide
    • Alat Pembuat Kuesioner
    • Alat untuk voting
    • Alat identifikasi dan analisa stakeholder
    • Alat pernyataan kebijakan
    • Dokumentasi istilah yang disepakati

Karakteristik penting dari GDSS:

  • GDSS adalah sistem informasi yang dirancang secara khusus, bukan secara sederhana, yang merupakan konfigurasi dari komponen sistem yang telah ada.
  • Dirancang untuk tujuan mendukung kelompok pengambil keputusan dalam  melaksanakan  tugasnya.
  • GDSS mudah untuk dipelajari dan digunakan.
  • GDSS dapat dirancang untuk satu tipe masalah atau untuk beragam tingkatan kelompok organisasi keputusan.
  • GDSS dirancang untuk mendorong aktivitas-aktivitas, seperti penghasilan ide, penyelesaian konflik, dan pemberian pendapat.
  • GDSS memiliki mekanisme terpasang yang dapat meminimalkan berkembangnya prilaku negatif kelompok.

C. Sistem Pendukung Pengembalian Keputusan Executive Support System (ESS)

Tujuan ESS adalah:

  1. Menyajikan gambaran operasional suatu organisasi.
  2. Melayani kebutuhan informasi eksekutif puncak.
  3. Menyajikan tampilan yang akrab di pengguna, sesuai dengan tipe keputusan individu.
  4. Menyajikan penelusuran dan pengendalian yang tepat waktu dan efekti
  5. Menyajikan akses cepat atas informasi rinci dengan teks, angka, atau grafik.
  6. Mengindentifikasikan masalah.
  7. Menyaring, mengkompres, dan melacak data dan informasi kritikal.

Karakteristik ESS adalah:

  1. Kemampuan melihat rincian
  2. Menginformasikan faktor keberhasilan kritikal (critical success factors)
  3. Akses status, analisis, pelaporan eksepsi (exception reporting)
  4. Penggunaan warna, navigasi informasi, dan komunikasi

System pakar Expert Systems ada sua, yaitu: Paket komputer untuk memecahkan atau mengambil keputusan atas suatu masalah spesifik atau terbatas dan kemampuan pemecahannya dapat sama atau melebihi suatu tingkat kemampuan seorang pakar.

Komponen Expert Systems adalah:

  1. Subsistem pemerolehan pengetahuan (knowledge acquisition sub system)
  2. Subsistem pemerolehan pengetahuan (knowledge acquisition sub system)
  3. Mesin inferensi
  4. Pengguna
  5. Tampilan pengguna
  6. Dashboard (ruang kerja)
  7. Subsistem penjelasan (penjustifikasi)
  8. Sistem pengurai pengetahuan (knowledge refining system)

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s