Month: March 2017

Rindu, Boleh?

Posted on Updated on

dua-anak-jalan-bergandengan-tangan1

Kalau aku rindu, bolehkah ku tulis sajak-sajaknya disini?
Bukan ingin mencari sensasi agar kalian tau aku sedang merindu
Hanya saja dengan apa lagi bisa ku luapkan rasa ini
Kalau bukan dengan tulisan
Aku hanya bisa menuliskan rinduku disini
Kalian bisa saja jenuh dengan kisah rinduku
Tapi aku tidak,

Kalau boleh aku bercerita tentang rinduku
Mungkin akan ku tulis setebal novel Herry Potter
Atau bahkan lebih tebal dari itu
Kalian tau?
Jenuh kadang disiksa oleh rindu
Jenuh harus memikirkan cara melepas rindu agar tidak monoton
Dan…
Jenuh jika harus bermelo-melo dengan rindu
Read the rest of this entry »

Advertisements

Rindu part 1

Posted on Updated on

“… bukan dunia yang kejam padamu, tapi kamu yang kurang mengerasi dirimu sendiri agar bisa melunakkan dunia”

Kalimat ini selalu terngiang-ngiang . Entah sampai kapan, yang jelas tidak sesingkat itu melupakan kata demi  kata yang telah diucapkannya. Terakhir ada seuntai senyum yang dilontarkannya saat mengantarku ke terminal.  Bukan sedang berperan dalam drama di FTV, tapi cerita ini mungkin penuh drama. Dia bukan tipikal orang yang banyak bicara, tapi sekali bicara semua yang diucapkannya seperti sebuah isyarat yang kadang tak ku mengerti maknanya. Dan aku seperti sedang beramain teka-teki ketika harus menebaknya.

Saat aku berangkat kuliah Bapak yang selalu mengantar. Tak ada ucapan apapun dari mulutnya. Aku tahu sejak dulu beliau gengsi mengakui kalau sebenarnya beliau juga selalu merindu pada anak-anaknya saat bepergian jauh. Rasa khawatirnya kadang lebih tinggi dari seorang wanita. Seperti ada bagian dari senyumnya saat ada anaknya yang bepergian jauh dari rumah. Beliau sayang keluarganya, aku tahu itu. Tapi entah kenapa beliau selalu gengsi jika harus menunjukkan itu dihapadan keluarga terutama pada anak-anaknya.

Hal ini yang tidak ku mengerti sampai sekarang. Mungkinkah naluri lelaki yang tidak ingin dicap melankolis selalu melekat pada beliau. Cukup dengan tindakan tanpa harus banyak berucap. Mungkin prinsip ini yang selalu dipegangnya. Masih ku ingat bagaimana waktu itu beliau mencoba melepasku mengikuti Jambore. Aku tahu beliau tak tega melihat merpati kecilnya yang saat itu masih 11 tahun harus pergi jauh sendirian untuk kali pertama. Read the rest of this entry »